Home > Balik nama STNK BPKB

Balik nama STNK BPKB

Biro Jasa STNK

TUAH SAKTI JAYA

Jl. Delman Utama no. 53 Kebayoran lama Utara

Jakarta Selatan 12240

Telp. 0219306662

Whatsapp : 08119008444

E-mail:birojasa011@yahoo.com

Ini Dia Biaya Balik Nama Mobil dan Cara Mengurusnya

Bagi anda yang memiliki kendaraan bermotor, misalnya baik roda dua maupun roda empat, wajib  tiap tahunnya membayar Pajak Kendaraan Bermotor (PKB). Namun jika Anda membeli mobil second atau bekas, anda harus meminjam KTP/ identitas pemilik mobil awal saat membayar pajak karena nama pemilik yang tertulis masihlah nama pemilik awal. Karena setiap wajib pajak membayar pajak kendaraan bermotor wajib melampirkan KTP/ identitas asli pemilik. Agar tidak meminjam KTP pemilik mobil awal terus menerus, anda bisa melakukan balik nama. Balik nama ini sebenarnya cukup mudah kok, jika anda tahu prosedur dan berkas apa saja yang harus anda bawa. Tetapi bagi sebagian orang, selain karena masalah biaya yang mahal, juga proses balik nama tersebut juga panjang. Namun daripada harus repot bolak-balik meminjam KTP pemilik mobil awal, lebih baik melakukan balik nama (BBN), toh nantinya nama pemiliknya secara sah akan berganti menjadi nama anda sendiri. Lalu berapa biaya balik nama mobil? bagaimana sih cara mengurusnya? Hal itu akan dijabarkan di bawah ini. Simak baik-baik ya.

Biaya Balik Nama Alih Kepemilikan Kendaraan Bermotor

Biaya balik nama mobil itu mahal? Bagi sebagian orang, alasan untuk mengurus balik nama kendaraan, salah satunya adalah karena biayanya yang mahal. Apakah benar demikian? Tentu saja, biaya balik nama di tiap wilayah berbeda-beda, tergantung bagaimana peraturan pemerintah daerah setempat ditetapkan. Bahkan di Provinsi Riau, Biaya Balik Nama (BBN) dihapus oleh Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda). Penghapusan biaya balik nama tersebut tidak hanya berlaku untuk kendaraan roda dua tetapi juga kendaraan roda empat. Ya, jika Anda tinggal di Provinsi Riau, Anda bisa mengurus balik nama kendaraan anda baik motor maupun mobil secara gratis. Tidak usah ragu karena hal itu telah disahkan oleh pemerintah setempat dengan dikeluarkannya Peraturan Gubernur No. 37 tahun 2015, tentang penghapusan segala biaya yang berhubungan dengan biaya balik nama. Selain menghapus biaya yang berhubungan dengan balik nama Pemerintah Provinsi Riau juga menghapus denda pajak kendaraan bermotor mulai bulan September 2015 hingga 31 Desember 2015. Anda yang tinggal di Provinsi Riau benar-benar beruntung. Jadi tak ada alasan lagi kan untuk bermalas-malasan mengurus balik nama?

Lalu bagaimana dengan biaya balik nama di daerah lain? Daerah lain seperti DKI Jakarta dan Banten memberlakukan juga pembebasan sangsi keterlambatan sekali setahun dalam kurun waktu satu bulan. Biasanya pembebasan sangsi keterlambatan pajak diberlakukan daerah ini sekitar bulan Agustus.

Secara umum, biaya yang harus dikeluarkan untuk balik nama terbagi menjadi dua, yaitu Biaya Pajak dan Biaya di Luar Pajak. Biaya Pajak adalah biaya yang akan tertera di STNK setelah nanti selesai diproses. Sedangkan Biaya di Luar Pajak adalah biaya di luar tagihan yang tertera di STNK.Tagihan biaya diluar pajak biasanya dilakukan oleh Biro Jasa STNK.

 Mari mengenal biaya-biaya balik nama kendaraan:

  1. Biaya  Pajak
    Seperti yang telah kita ketahui bahwa Biaya Pajak adalah biaya yang tertera di STNK. Lalu biaya apa saja yang tertera di STNK?
  2. Berikut istilah-istilah biaya yang tertera di STNK beserta pengertiannya:

    1.PKB
    PKB atau Pajak Kendaraan Bermotor bisa kita lihat di STNK dengan patokan biaya yang biasanya tidak berubah dari pajak tahun lalu. Bahkan biayanya bisa turun karena seiring bertambahnya usia mobil anda atau kata lain penyusutan dan bisa juga naik akibat pajak progresif tergantung juga dengan peraturan daerah masing masing atau Lain halnya jika Anda terkena Pajak Progresif. Pajak progresif adalah pajak yang yang dikenakan jika Anda memiliki lebih dari satu buah kepemilikan mobil. Tarif pajak progresif nilainya akan terus meningkat sesuai dengan urutan kepemilikan mobil Anda.

    2. BBN KB
    BBN KB atau Biaya Balik Nama Kendaraan Bermotor bisa Anda hitung dengan rumus perhitungannya seperti ini:
    BBN KB = (2/3 x PKB)

    3. SWDKLLJ
    SWDKLLJ atau Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu-lintas Jalan, biayanya sudah ditentukan oleh pemerintah, yaitu:
    Untuk Motor: Rp35.000
    Untuk Mobil: Rp143.000
    (biaya bisa berubah sewaktu-waktu)

    4. Biaya ADM STNK
    Biaya ADM STNK atau Biaya Administrasi STNK juga telah ditentukan oleh pemerintah, yaitu:
    Untuk Motor: Rp50.000
    Untuk Mobil: Rp75.000
    (biaya bisa berubah sewaktu-waktu)

    5. Biaya ADM TNKB
    Begitu juga dengan biaya ADM TNKB atau Biaya Administrasi Tanda Kendaraan Bermotor sudah ditentukan oleh pemerintah, yaitu:
    Untuk Motor: Rp30.000
    Untuk Mobil: Rp50.000
    (biaya bisa berubah sewaktu-waktu)

    Lalu bagaimana menghitung biaya balik nama untuk mobil secara keseluruhan? Berikut contoh perhitungannya:

Diketahui bahwa, nilai PKB yang tertera di STNK ialah sebesar Rp1.500.000
Maka perhitungannya:
BBN KB       = 2/3 x PKB
          = 2/3 x Rp1.500.000 = Rp1.000.000  

BIAYA YANG DIKELUARKAN OLEH WAJIB PAJAK YANG TERTERA DI STNK ADALAH SEBAGAI BERIKUT 

Bea balik nama

Rp. 1.000.000

Pokok pajak kendaraan bermotor

Rp. 1.500.000

Swdkllj

Rp. 143.000

Adm stnk

Rp. 200.000

Adm tnkb

Rp. 100.000

Total

Rp. 2.943.000

      

c. Biaya di Luar Pajak
Biaya balik nama selain Biaya Pajak adalah Biaya di Luar Pajak. Biaya di Luar Pajak adalah biaya yang tidak tertera di STNK, yaitu meliputi:

1)      PNBP BPKB Mobil  RP. 375.000

2)      PNBP BPKB Motor Rp. 225.000

3)      Pemberian jasa  cek fisik kepada Biro Jasa

        sebesar Rp. 175.000 Mobil Rp.150.000 motor

4)       Pengurusan STNK Rp. 250.000  untuk mobil

        Rp.  150.000 sepeda motor (biaya ini dapat

        kwitansi  dari biro jasa)

5)       Pendaftaran balik nama STNK sebesar Rp 

        750.000 untuk mobil Rp.500.000 sepeda motor 

       (biaya ini juga dapat kwitansi dari Biro Jasa)

      6)     Pendaftar balik nama BPKB sebesar

              Rp. 125.000  untu mobil (ada blanko yang

              dikeluarkan oleh POLDA setelah pengurusan

              STNK selesai dan saat pengurusan BPKB yang

              dapat disetorkan di Bank Rakyat Indonesia)

Cara Urus Balik Nama Mobil 

Sebelum Anda datang ke Samsat, Anda perlu menyiapkan beberapa berkas sebagai berikut:

Untuk atas nama perorangan

  1. Fotokopi KTP pemilik baru atau pemilik mobil saat ini
  2. BPKB asli dan fotokopinya
  3. STNK asli dan fotokopinya
  4. Kuitansi jual beli kendaraan yang telah disertai materai senilai Rp. 6.000
  5. Surat kuasa apabila lewat biro jasa

Setelah Anda mempersiapkan berkas-berkas tersebut, datanglah ke Samsat dengan prosedur sebagai berikut:

  1. Jangan lupa untuk membawa mobil anda karena setibanya di Samsat, anda langsung menuju lokasi Cek Fisik. Tidak usah bingung, di sana akan diarahkan secara jelas oleh petugas sehingga anda hanya perlu mengikuti arahannya.
  2. Setelah anda memarkirkan mobil di lajur Cek Fisik dan membuka kapnya. Tunggu beberapa waktu menunggu mesin lebih adem, Petugas membawa formulir dan melakukan pengecekan fisik mobil, meliputi nomor rangka dan nomor mesin mobil dengan cara menggosokkan stiker.
  3. Setelah mobil anda selesai di cek fisiknya oleh petugas, kemudian anda diberi formulir. Formulir itu, anda isi data sesuai data mobil di STNK.
  4. Formulir yang sudah diisi data dengan lengkap diserahkan kepada petugas yang ada di loket beserta STNK asli. Setelah itu, tunggu nama Anda dipanggil oleh petugas (nama yang dipanggil adalah nama yang tertulis di STNK)
  5. Setelah selesai diproses oleh petugas, Anda akan dipanggil untuk diminta mengumpulkan berkas-berkas, meliputi: formulir cek fisik, STNK asli, fotokopi STNK, fotokopi BPKB, fotokopi KTP pemilik baru, dan Kuitansi ke Gedung Utama yang ada di Samsat.
  6. Selesai berkas-berkas yang Anda serahkan tadi dicek oleh petugas, Anda akan diminta menyerahkan BPKB yang asli. Kemudian tunggu dipanggil oleh petugas lagi (kali ini akan dipanggil sesuai dengan nama pemilik mobil yang baru).
  7. Kemudian setelah Anda dipanggil ambil berkasnya kembali dan serahkan ke loket yang akan mengurusinya (bisa Anda tanyakan ke petugas, loket mana yang harus dituju karena di tiap wilayah bisa berbeda-beda). Dan tunggu dipanggil lagi oleh petugas.
  8. Selanjutnya setelah Anda dipanggil oleh petugas, ambil berkasnya kembali, dan serahkan ke loket awal. Nantinya Anda akan diberikan lembar tagihan yang harus dibayarkan untuk biaya balik nama.
  9. Bayarlah biaya tagihan sesuai dengan nominal yang tertera di lembar tagihan. Jika ternyata Anda belum membayar pajak, maka Anda akan diminta membayar pajak tersebut saat itu juga. Lalu tunggulah, petugas akan memproses pembayaran balik nama mobil Anda.
  10. Setelah melunasi tagihan pembayaran balik nama mobil Anda, Anda akan mendapatkan cap lunas dan tanda terima dari berkas-berkas yang Anda kumpulkan tadi. Kemudian STNK Asli dengan Nama Baru Anda selesai dibuat. Selanjutnya, Anda harus mengurus BPKB dengan nama baru ke Polda setempat.
  11. Jangan lupa untuk menyimpan berkas dan cap pelunasan pembayar, untuk jaga-jaga saja jika sewaktu-waktu dibutuhkan.

Nah begitulah kurang lebih cara atau prosedur bagaimana mengurus balik nama mobil. Mungkin tidak secara keseluruhan sama di tiap wilayah, tapi paling tidak itulah gambaran prosedur yang harus Anda lakukan jika Anda ingin mengurus balik nama mobil Anda. Mudah bukan? Anda hanya harus sabar mengikuti prosedurnya satu persatu. Tetapi dengan mengurus balik nama sendiri, itu berarti Anda tidak lagi memerlukan calo sehingga Anda bisa menghemat pengeluaran uang Anda. Setidaknya jika terlihat cukup rumit, Anda hanya perlu mengikuti prosedurnya, tahapan-tahapannya nanti akan diarahkan oleh petugas, jadi Anda hanya tinggal mengikutinya saja. Selamat mencoba!

Pengurusan yang Mudah

 Layanan pengurusan Buku Pemilikan Kendaraan Bermotor ( BPKB) online di wilayah Jakarta, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jadetabek) resmi diberlakukan, Senin (13/11/2017). Penerapan BPKB online di wilayah hukum Polda Metro Jaya ini ditandai dengan peresmian "Sistem BPKB Terintegtasi" di Direktorat Lalu Lintas Mapolda Metro Jaya, Jakarta pada Senin pagi.

Dalam menjalankan layanan BPKB online, polisi menggandeng Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, Agen Pemegang Merek (APM), serta lembaga pembiayaan.

BPKB online berlaku baik untuk pengajuan baru maupun pergantian kepemilikan. Lantas bagaimana cara mengurusnya?

Tetap dengan datang ke Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya. Begitu tiba di Mapolda, pemohon diminta untuk menunjukan berkas BPKB lama (untuk permohonan pergantian kepemilikan) maupun berkas dari diler ataupun lembaga pembiayaan (untuk pengajuan baru).

Suasana di ruang pelayanan pengurusan Buku Pemilikan Kendaraan Bermotor (BPKB) di Direktorat Lalu Lintas Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (13/11/2017)

Suasana di ruang pelayanan pengurusan Buku Pemilikan Kendaraan Bermotor (BPKB) di Direktorat Lalu Lintas Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (13/11/2017)(KompasOtomotif/Alsadad Rudi)

Setelah berkas dinyatakan lengkap, pemohonan akan diberikan kartu RFID (Radio Frequency Identification) untuk akses masuk ke tempat pengurusan BPKB.

Pengurusan BPKB online diawali dengan pemohon diminta mengisi e-form. Namun berbeda dengan cara lama, lewat e-form ini pemohon tidak perlu lagi mengisi seluruh kolom yang ada pada formulir. Namun cukup menuliskan Nomor Induk Kependudukan (NIK)-nya saja.

Jika NIK yang dimasukan benar, maka seluruh kolom formulir akan terisi secara otomatis.

Setelah terisi, formulir akan di-print untuk kemudian dibawa pemohon ke loket pembayaran bank. Setelah pembayaran dilakukan, pemohon tinggal menyerahkan berkas ke loket pendaftaran.

Baca juga : Ganti BPKB Sekarang Juga Bisa ?Online?

Buku BPKB dan STNK

 

Apabila berkas telah diserahkan ke loket pendaftaran, pemohon diminta untuk duduk menunggu untuk nantinya dipanggil di loket penyerahan. Setelah beberapa menit, pemohon akan dipanggil petugas di bagian loket penyerahan untuk mengambil BPKB yang diurusnya.

 Sourc

BPKB, STNK

birojasa-stnk.com